Selasa, 14 Agustus 2012

Contoh Penanganan Kasus Bullying


 
Guru  :
Ibu ingin bicara denganmu.
Miko :
Ada apa bu? Pasti ibu ingin menyalahkan saya ya?
Guru :
Tidak, ibu hanya ingin tahu bagaimana cerita yang sebenarnya,
sehingga kamu bisa berbicara seperti itu kepada Wati.
Miko :
Ok, ini benar-benar bukan kesalahanku kalau Wati anak yang bodoh.
Dia tidak bisa menjawab pertanyaan yang mudah dan saya menjadi
marah karena dia terlalu lama berdiri di papan tulis sehingga saya
dan teman-teman menjadi marah dan mengejeknya, walaupun
ejekan saya itu hanya untuk menggodanya.
Guru    :
Ok. Ibu mengerti kalau kamu merasa Wati frustrasi kemudian
menangis karena tidak bisa menyelesaikan soal di papan tulis,
tapi ibu tidak bisa menerima ejekan sebagai bentuk cara mengatasi
masalah Wati. Tolong belajarlah untuk lebih bertoleransi dan berempati
kepada temanmu. Ibu ingin kamu posisikan dirimu jika kamu
menjadi Wati. Sekarang coba lakukanlah yang telah kamu lakukan
pada Wati tadi. Anggaplah ibu sebagai Wati.
Miko :
Baiklah saya akan lakukan…..
Hey….Wati….kamu bodoh banget, mengerjakan soal seperti itu
aja nggak bisa… kamu nggak pantas sekolah di sini…dasar bodoh….
Guru :
Baiklah….sekarang bagaimana perasaanmu setelah kamu
biacara seperti itu?
Miko :
Wah saya puas banget bu, karena Wati sudah membuat saya bosan
dan dia memang benar-benar bodoh
Guru :
Baiklah….sekarang ibu ingin kamu posisikan diri kamu sebagai Wati 
dan ibu akan bersikap sepertimu…
Hey…Miko…ngapain kamu di depan terus….udah mundur aja…
bodoh banget sih kamu, ngerjain soal seperti itu aja nggak bisa…
udah..mundur aja bodoh….
Miko :
Kok ibu bicara seperti itu kepada saya?
Guru :
Bukankah itu yang kamu katakan kepada Wati tadi?
Miko :
Iya bu…
Guru :
Trus, kenapa kamu bicara seperti itu?
Miko :
Ya saya nggak terima aja dikatakan seperti itu, saya kan tidak
sebodoh Wati.
Guru :
Baik lah…kamu memang bukan Wati,
tapi apa yang kamu rasakan tadi saat kamu menjadi Wati?
Miko :
Ya….saya marah dan saya tidak terima dikatakan seperti itu.
Guru :
Nah…begitu pula dengan Wati, pasti dia merasakan seperti
yang kamu katakan tadi… jadi apa yang harus kamu lakukan?
Miko :
Iya bu, saya akan minta maaf dan tidak akan mengulanginya lagi…

1 komentar: