Selasa, 14 Agustus 2012

Mengenali Korban Bullying



Sebelumnya kita sudah membahas tentang bullying dan contoh penanganan kasusnya. Kali ini kita akan ngebahas tentang korban bullying.

Karakteristik korban bullying, yaitu :

  1. Wanita lebih cenderung menjadi korban dibandingkan laki-laki.
  2. Anak yang memiliki fisik kecil. Biasanya anak yang memiliki badan kecil atau secara fisik lemah akan cederung menajdi korban bullying.
  3. Anak yang memiliki pengaruh kecil diantara teman-temanya. Pengaruh biasanya terkait dengan asertivitas yaitu anak-anak yang mudah diajak atau sulit menolak ajakan.
  4. Anak yang meiliki sumber daya. Sumber daya disini biasanya terkait dengan ekonomi. Anak yang banyak duit biasanya akan menjadi korban bullying.
  5. Anak pindahan. Anak pindahan dari sekolah lain akan mengalami proses adaptasi mencari teman baru dan proses ini biasanya dimanfaatkan oleh pelaku bullying
  6. Anak yang berasal dari kultur yang berbeda. Akan berasal dari daerah lain akan mengalami hambatan dalam bahasa dan kebiasaan atau adat istiadat. Perbedaan ini akan dimanfaatkan pelaku bullying karena korban tidak akan tahu apa yang dimaksud.
  7. Pelaku sering mengincar korban yang memiliki karakteristik suka menyendiri.
  8. Bermain sendiri.
  9. Nada suaranya pelan dan terkesan merengek.
  10. Ekspresi wajah memelas dan tertunduk. 
  11. Postur tubuh yang tidak percaya diri.
  12. Kontak mata terkesan takut-takut.
  13. Pasif dalam aktivitas kelas. 

Ciri-ciri anak yang menjadi korban bullying, yaitu :
  • Fisik
  1. Luka fisik yang tidak dapat dijelaskan’pakaian dan barang yang rusak karena sesuatu adalan yang tidak dapat dijelaskan.
  2. Kehilangan uang.
  3. Keluhan fisik.
  4. Gangguan tidur
  5. Kehilangan nafsu makan. 
  6. Terlihat kelaparan karena bekal mereka diambil.

  • Sosial
  1. Terlibat dalam perkelahian dimana mereka terlihat tidak dapat mempertahankan diri.
  2. Sering diganggu.
  3. Terisolasi (terlihat menyendiri) pada saat jam istirahat.
  4. Berusaha dekat dengan orang dewasa pada saat jam istirahat.
  5. Kontak dengan teman sekelaas yang rendah.
  6. Sedikit menerima ajakan dari teman.
  
  • Emosi
  1. Terlihat cemas, lemah, tidak bahagia dan sedih tapi tidak mampu mengatakan penyebabnya.
  2. Perubahan mood dan perilaku.
  3. Kemarahan yang meledak-ledak.
  4. Self-esteem (harga diri) rendah.
  5. Ketakutan untuk pergi ke sekolah.
  6. Meminta untuk meninggalkan sekolah.  

  • Akademik 
  1. Tiba-tiba kesulitan dalam bertanya atau menjawab pertanyaan di kelas.
  2. Penurunan prestasi di sekolah dan penurunan konsentrasi.
  3. Tidak mau berpartisipasi dalam aktivitas kelas.
  4. Sering meninggalkan kelas (mangkir).  



4 komentar: